NEWS TICKER

FK2 THL dukung rasionalisasi PemKoT

Jumat, 1 Mei 2020 | 2:04 pm
Reporter: Dhessy Putuayu
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 154
San rodi Kucay, foto istimewa faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Tenaga Harian Lepas (THL) para pekerja Non PNS di lingkungan Kota Tangerang yang berjumlah kurang lebih 8.000 orang akan dipotong gajinya karena adanya rasionalisasi anggaran dampak dari virus corona (covid-19).

Selanjutnya dari 8.000 orang pekerja Non PNS dilingkungan Pemerintah Kota Tangerang diyakini hanya ada 4 Kedinasan tidak kena rasionalisasi alias tidak dipotong gaji, diantaranya, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan Petugas Damkar (BPBD) karena diketahui mereka bekerja on time dilapangan untuk ikut terjun dalam penanganan Covid19 ini. ” Imbuh San Rodi

Sementara Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, belum mengetahui jumlah pasti besaran potongan gaji para THL meskipun kebijakannya sudah final.

“Belum tahu (potongan). Kalau anggarannya enggak ada ya dirasionalisasi,” singkatnya, Kamis, 30 April 2020.

Sementara itu, San Rodi Kucay Ketua Forum Honorer Kategori 2 (K2) dan Tenaga Harian Lepas (THL) Kota Tangerang mengamini apa yang sudah disampaikan oleh Bapak Walikota Tangerang kalau anggarannya enggak ada yang dirasionalisasikan, tentunya ini sesuai dengan yang dijelaskan didalam surat keputusan bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor 119/2813/SJ dan Nomor 117/KMK.07/2020 tentang percepatan penyeseuaian anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2020 dalam rangka Penanganan Covid19 serta pengamanan daya beli masyarakat dan perekonomian nasional.

Ada 4 point yang dirasionalisasikan diantaranya adalah :
1. Khusus kepada SKPD penghasilan pajak daerah dan Retrebusi daerah agar dapat melakukan penyesuaian target Pendapatan Asli Daerah,
2. Rasionalisasi Belanja Pegawai,
3. Rasionalisasi Belanja barang/jasa sekurang-kurangnya sebesar 50% dengan mengurangi anggaran belanja,
4. Rasionalisasi Belanja modal sekurang-kurangnya 50%.

Kemudian dari 4 point diatas tentunya tidak ada 1 kalimatpun yang menyinggung tentang honor atau gaji THL yang di Rasionalisasikan apalagi dipotong. Namun kami dapat memahami bahwa kondisi APBD Kota Tangerang saat ini tengah dihadapkan dengan krisis pendapatan, dimana semua sektoral tidak berjalan secara utuh sehingga Pemerintah perlu melakukan rasionalisasi, paling tidak kita para Tenaga Harian Lepas (THL) yang gajinya akan dirasionalisasikan turut ikut andil membantu Pemerintah untuk memutus mata rantai Covid19 walaupun situasi saat ini benar-benar membebani kami (THL) dalam segala sektor dan semakin susah hidup dengan kebutuhan yang serba mahal sekarang ini,” kata San Rodi yang biasa disapa Kucay.

Namun, Kucay menjelaskan kembali, Forum THL mendukung kebijakan tersebut demi percepatan penanganan corona virus disease (Covid19) dan semoga tidak ada Tenaga Harian Lepas (THL) yang di PHK atau di rumahkan secara permanen, dan tentunya ini bukan solusia bagi kami.

“Saya kira pemerintah daerah mau mengerti dengan keadaan saat ini, kalau teman-teman THL sudah terkena dampak covid-19 dan harus pula terkena dampak rasionalisasi 50 persen dengan dipotongnya gaji dengan hitungan jam kerja yang tidak seperti biasanya, dan biarkan kami tetap mengabdi di pemerintahan Kota Tangerang, dan semoga wabah pandemik Corona ini cepat selesai dan kami dapat bekerja kembali dalam keadaan normal” jelasnya.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.