NEWS TICKER

Enam Pegawainya Positif, PN Tangerang Khawatir Jadi Klaster Baru Covid

Rabu, 6 Januari 2021 | 6:35 pm
Reporter: Andhika
Posted by: Redaktur
Dibaca: 237
Suasana saat dilakukan tes sebab di PN Tangerang, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com –
Humas Pengadilan Negeri (PN) Tangerang Arif Budi Cahyono, SH., MH membenarkan 6 pegawainya positif Covid 19 setelah di adakan tes swab.

“Betul seperti yang ada di berita,” ujar humas lewat pesan aplikasi wichatnya.

Tes swab yang dilakukan pada hari Senin tanggal 4 Januari 2021, dibarengi dengan pertama masuk kerja, yang di lakukan di gedung sebelah kiri PN Tangerang yang sedang di rehab, ruang sidang lantai satu itu juga di jadikan tempat ambil sempel swab oleh dokter yang di datangkan langsung dari Kudus.

Hari itu juga, diinfokan 2 orang pegawai positif terpapar covid 19, “pegawai honor laki laki 1 orang perempuan satu orang. Lalu, pada hari Selasa 5 Januari 2021, infonya nambah 4 orang. Jadi saat ini sudah 6 orang,” ujar salah satu pegawai yang enggan di sebutkan namanya.

“Kamu tulis nama saya besok saya di pecat,” keluh pegawai tersebut kepada wartawan.

Suasana ruang tunggu sidang, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

Meskipun demikian, suasana di PN Tangerang terpantau masih disibukan dengan kuota pengunjung sidang di pintu masuk gedung yang tengah antri foto suhu tubuh, Rabu (6/1/2020).

Dari pantauan awak media, walapun gedung PN Tangerang menyediakan alat cuci tangan di beberapa titik, tidak ada isi sanitizernya, serta tidak ada jaga jarak, saling bersalaman satu dengan yang lain, yang diduga tanpa mengindahkan protokol kesehatan, yang dikhawatirkan akan menimbulkan klaster penularan yang baru.

Dilain sisi, seorang pengacara Doktor Dwiseno Wijanarko, SH., MH mengeluhkan kurangnya fasilitas di gedung PN Tangerang, hingga menyulitkan penerapan protokol kesehatan.

“Pengadilan kurang ruang tunggu, kami mau sidang jadi berebut saling duluan. Tempat duduk hanya terisi 5 orang itu sudah dempetan. Kami berdiri tunggu yang lagi sidang di dalam selesai,” ujar profesor Dwi Seno.

“Harusnya pengadilan antisipasi pengunjung yang mau sidang, kami menunggu dari jam 8 pagi belum ada panggilan. Jadi berebut siapa yang duluan,” tambahnya.

Senada dikatakan oleh Pince SH., M. Kn yang hendak melakukan sidang perdata, Pemandangan seperti ini (ramai tanpa jaga jarak -red) bisa terlihat tiap hari. Kalau pengadilan Negeri Tangerang menjadi klaster penyebaran covid 19 tidak bisa di bantah.

“Teman-teman pengacara sekiranya jangan ngobrol bergerombol. Saya tahu mereka sehat semua. Tetapi yang paling bahaya musuh yang tidak terlihat,” tegasnya.

“Kalau bukan kita sendiri yang memutus penyebaran covid ini, siapa lagi. Pemerintah sudah bosen menghimbau jaga kesehatan cuci tangan setiap 20 menit sekali. Gunakan masker dan selalu sedia Sanitaizer untuk membersihkan tangan. Pengadilan juga seharusnya ikut membantu memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona tersebut,” pungkas Pengacara tersebut.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.