NEWS TICKER

Dugaan Pungli kepada KPM di Sepatan Timur

Selasa, 22 Desember 2020 | 11:35 pm
Reporter: Herman
Posted by: Redaksi
Dibaca: 336
Rapat Terkait Pungli, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KABUPATEN TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Dugaan adanya permintaan uang kepada penerima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) terjadi di Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

Suryanah, seorang KPM PKH-BPNT mengaku dirinya kerap diminta uang oleh ketua kelompok setiap kali dirinya menerima pencairan uang dana PKH.

“Besaran yang diminta mencapai 10 persen,” ungkap Janda dua anak ini, kepada awak media.

‘S’ juga heran dengan bantuan yang ia terima, selain dirasakan tidak sesuai dengan nominal Rp200 ribu. Bahkan, ia diminta uang sebesar Rp20 ribu setiap menerima bahan pangan BPNT PKH. “Alasannya uang untuk kebersamaan,” imbuhnya.

Ia berharap, pemerintah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan di lapangan. Ia juga meminta dinas terkait atau Kadinsos Kabupaten Tangerang mengkroscek praktik tersebut. “Apakah ketua kelompok inisiatif sendiri atau ada pihak lain yang terlibat,” harapannya.

Sementara itu, Ketua Kelompok pada Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Acung akui tarik uang kepada penerima PKH. Alasannya, uang digunakan untuk biaya angkut bahan pangan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari agen BRI Link Desa Kedaung Barat ke penerima PKH di desanya.

“Udah aturannya ambil bahan pangan program BPNT ke agen BRILink milik Heriyah di Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur. Itu disuruh Pendamping PKH Desa Kedaung Barat bernama Firman,” kata Acung, saat ditanya Awak media, alasannya tarik uang dari KPM PKH dan ambil bahan pangan di luar Desa Gempol Sari, Senin ( 21/12/20).

Acung menyebut, meskipun meminta uang Rp20 ribu per KPM saat penyaluran bahan pangan program BPNT, namun KPM tidak meski memberikan uang senilai Rp20 ribu. “Kadang ada yang ngasih Rp20, ada yang kurang dari Rp20 ribu, bahkan ada yang tidak ngasih juga tidak apa,” akuinya.

Ditanya wartawan tentang siapa yang nyuplai bahan pangan ke agen BRILink di Desa Kedaung Barat, Acung mengatakan Koordinator Kecamatan (Korcam) PKH Sepatan Timur Basyarudin yang menyuplai bahan pangan ke agen BRILink Desa Kedaung Barat.

Saat dikonfirmasi, Korcam PKH Sepatan Timur Basyarudin tidak memberikan bantahan terkait pengakuan Acung, Ketua Kelompok KPM PKH Desa Gempol Sari. Bahkan, ia mengakui yang mengkoordinir penyuplaian bahan pangan ke agen BRILink ke Desa Kedaug Barat.

Sementara Ketua FA-AMPUH (Forum Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Hukum) Winata mengatakan pengarahan yang dilakukan oleh pendamping kecamatan itu adalah suatu Pelanggaran yang ada di SOP (Standard Operating Procedure) dalam  penyaluran BPNT.

Pendamping kecamatan sudah melanggar SOP (Standard Operating Procedure). Saya berharap kepada kepala dinas sosial kabupaten Tangerang agar diganti pendamping kecamatan yang sudah melanggar aturan.

“Bilamana tidak ada sanksi tegas berarti ini merupakan bentuk pembiaran yang dilakukan oleh pejabat terkait dengan kewenangannya. FA-AMPUH (Forum Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Hukum) menilai catatan buruk (Raport Merah) buat kepala dinas sosial kabupaten Tangerang,” tegas Winata biasa akrab dipanggil Catur.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.