NEWS TICKER

DPRD Kota Tangerang Hearing dengan Dinas Pendidikan terkait Zonasi tidak merata

Kamis, 9 Juli 2020 | 4:53 am
Reporter: Redaksi
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 234
H.Turidi Susanto Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Faktor penyebab kisruhnya PPDB Online yang terjadi di Kota Tangerang beberapa waktu lalu ditemukan saat hearing DPRD Kota Tangerang dengan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang.

Faktor penyebabnya karena kurangnya pemahaman warga masyarakat terkait jalur-jalur yang ada dalam PPDB tersebut yakni jalur Zonasi, Prestasi dan Apremasi.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto saat ditemui awak media usai Hearing, Rabu (8/7/2020).

“Hari kita hearing dengan Dindik dan tadi sudah disampaikan oleh Dindik tentang Zonasi dan Apremasi. Kurangnya pemahaman warga masyarakat itu sendiri tentang apa itu Zonasi, apa itu Prestasi dan apa itu Apremasi. Zonasi itu sendiri adalah zona rumah calon siswa yang terdekat dengan sekolah, Prestasi adalah nilai raport calon siswa yang dilombakan, Apremasi adalah calon siswa dari keluarga tidak mampu yang sudah terdata di Dinas Sosial bukan dengan Surat Keterangan dari Kelurahan,” jelas politisi dari Partai Gerindra itu.

“Untuk Apremasi sendiri memang tidak semuanya bisa tertampung karena total Apremasi yang ikut ternyata lebih dari 6300 calon siswa sedangkan jumlah yang diterima tidak seperti itu, akhirnya ada yang tereliminasi terutama yang nilainya ada di bawah rata-rata. Jalur Apremasi juga mengadu nilai raport,” imbuh Turidi.

Penyelenggaraan PPDB saat ini sedang dilaksanakan tahap ke dua di jalur Prestasi, sambung Turidi. Yang rekrutmennya dilakukan secara online.

“Rekrutmen dilakukan secara online, bahkan ketika misalkan KK diubah, itu tidak akan bisa karena nilai KK pun sudah dimasukan secara online oleh Disdukcapil. Selanjutnya, yang berkaitan dengan nilai, yang diadu adalah jumlah nilai raport yang sudah diambil dari 2 bulan sebelum adanya PPDB, tidak akan bisa diubah,” terangnya.

Dikatakan Turidi, jalur-jalur yang ada dalam PPDB mempunyai kuota tersendiri.

“Semua total 100%, untuk kuota Zonasi sendiri di tahun ini adalah 50% yang dibuat 2 tahapan,” ujarnya.

Turidi juga menyampaikan sarannya untuk Dindik Kota Tangerang agar ke depannya ada perbaikan dalam perluasan Zonasi Lingkungan.

“Dan untuk teman-teman guru, hendaknya juga obyektif dalam penilaian raport, bilamana siswa tersebut dinyatakan layak pintar ya harus dinyatakan layak pintar, saringan harus benar-benar murni. Dan kita pun menyetujui perpindahan KK yang harus dilakukan setahun sebelum PPDB guna mencegah manipulasi data,” ucap Turidi.

Lebih jauh Turidi memaparkan kriteria yang berlaku di jalur Apremasi.

“Jalur Apremasi adalah jalur yang diperuntukan bagi keluarga tidak mampu dengan kriteria harus mempunyai kartu Tangerang Cerdas, harus mempunyai KIP, dan dia juga harus terdaftar sebagai keluarga PKH secara online. Tidak berlaku SKTM,” pungkasnya.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.