Faktakhatulistiwa.com – Dosen Program Studi Pendidikan Musik Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Dani Nur Saputra, mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat kolaboratif Internasional untuk meningkatkan pengetahuan kognitif siswa melalui pelatihan menulis lagu dan aktivitas bermain musik.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menjalankan kewajiban tridharma perguruan tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat kolaboratif internasional dilakukan untuk mendukung visi UNJ agar menjadi universitas yang bereputasi di kawasan Asia.

Pengabdian masyarakat yang diketuai Dani Nur Saputra, dan melibatkan anggota dari dua negara yaitu Jepang dan Filipina.

Ketua dan tim pengabdian yang berasal dari tiga negara yaitu Indonesia, Jepang, dan Filipina melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di salah satu sekolah pemerintah yang berada di Malaysia. Sehingga terdapat total empat negara yang terlibat dalam kegiatan yang digelar oleh Dani yang merupakan salah satu dosen musik di Universitas Negeri Jakarta.

Dani bersama Timnya melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakatnya di Sekolah Kebangsaan (SK) Tanjong Malim yang merupakan salah satu sekolah pemerintah yang terletak di Perak, Malaysia.

Foto Istimewa

Sekolah ini terletak di perbatasan provinsi Perak dan Selangor dan jauh dari ibu kota Kuala Lumpur. Lokasi sekolah berada di sekitar area perkebunan kelapa sawit dan sebagian besar di huni oleh pekerja dari Indonesia.

Terletak jauh dari ibu kota, sekolah ini masih membutuhkan perhatian lebih dari berbagai pihak untuk membangun sekolah menjadi lebih maju. Minimnya tenaga pengajar dengan pengalaman seni mendorong Dani untuk mengadakan pelatihan di bidang pendidikan musik. Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan siswa dengan menggali pengalaman dalam membuat lagu, menyanyi, dan bermain musik.

Kegiatan dilakukan sejak bulan April dimulai dengan koordinasi tim pengabdian, kemudian dilanjutkan dengan koordinasi dengan mitra. Kegiatan dilakukan secara langsung dengan melibatkan ketua, anggota, dan peserta pelatihan. Peserta pelatihan dalam kegiatan ini berjumlah 37 siswa dari SK Tanjong Malim. Peserta yang dilatih merupakan siswa-siswi yang telah diseleksi oleh sekolah. Siswa yang terpilih untuk mengikuti pelatihan diharapkan dapat mengembangkan dan berbagi keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan untuk disebarkan kepada siswa lain di sekolah.

Selama kegiatan berlangsung, mitra dan tim telah menyiapkan media dan infrastruktur untuk mendukung kegiatan. Pelatihan dilakukan di SK Tanjong Malim dengan memanfaatkan ruang multimedia. Ruang multimedia digunakan karena materi yang diberikan juga menampilkan audio-visual.

Sesi selanjutnya siswa dipantau langsung dan dibantu oleh tim dan seorang guru di Sekolah Kebangsaan Tanjong Malim bernama Noorazman bin Syamsuddin. Jadwal kedua adalah peserta pelatihan membuat lagu dan kemudian menyanyikannya. Pada tahap ini, proses dilakukan sepenuhnya dalam bentuk praktik. Siswa dilatih untuk mengembangkan ide dengan menentukan tema. Ketika siswa telah memilih tema, selanjutnya mereka menggali pengetahuan dan pengalaman mereka tentang tema yang mereka tentukan.

Langkah selanjutnya adalah siswa merangkai kata dan menuliskannya di atas kertas. Kemudian mereka diminta untuk mengevaluasi kembali lagu-lagu yang telah dibuat dan apakah masih ada kekurangan atau hal-hal yang dirasa masih perlu perbaikan atau pengembangan. Pada tahap ini, siswa diperbolehkan untuk bertukar pikiran dengan peserta lain.

Para peserta pelatihan diperbolehkan berkolaborasi dalam membuat lagu. Setelah gubahan lagu selesai, siswa diminta untuk mencoba menyanyikannya. Saat bernyanyi, beberapa peserta merasa ada yang kurang pas. Dari pengalaman ini, siswa dapat memperbaiki kesalahan dan lebih menyempurnakan karya mereka.

Tahap terakhir Kegiatan dilakukan dengan saling memberikan feedback antara peserta pelatihan dengan tim pengabdian. Selanjutnya tim dan mitra melakukan evaluasi bersama terhadap rangkaian kegiatan yang telah dilakukan. Hasil kegiatan yang telah dilakukan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam hal pengetahuan, musikalitas, dan keterampilan berbahasa. Mitra merasa puas dan senang dengan kegiatan semacam ini. Kepala sekolah berharap kegiatan ini dapat terulang kembali dan berkelanjutan. Kerjasama tidak hanya menguntungkan lembaga tetapi juga bagi negara yang terlibat dalam membangun kerjasama.

Penulis : Dani Nur Saputra
Penerbit : Redaksi Faktakhatulistiwa.com

follow and like us:
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan