NEWS TICKER

Doktor Andre Jhosua ; Permufakatan Jahat, Sidang Anak Wakil Walikota Tangerang

Selasa, 1 Desember 2020 | 12:41 pm
Reporter: Oki
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 145
Sidang di PN Tangerang dilaksanakan menjelang Tengah Malam, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Saksi ahli pidana yang di datangkan oleh Kuasa Hukum Terdakwa supaya bisa mempengaruhi Jaksa dan Hakim agar bisa menuntut dan memutus di pasal 127 rehabilitasi.

Saksi  Doktor Andre jhosua SH MH warga   kelapa dua Tangerang yang tidak asing lagi di mata jurnalis Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Tangerang Karna saksi sering beracara di persidangan Pengadilan Negeri Tangerang. Senin 30 Novber 2020.

“Kuasa hukum terdakwa Akmal Sohairudin Jamil menanyakan ke saksi ahli tentang pidana permufakatan jahat dalam pidana ada 4 orang saling menggunakan sabu-sabu. Di antara 4 orang belum menggunakan atau konsumsi sabu tersebut,” ujar kuasa hukum terdakwa.

Saksi ahli pidana menerangkan,

“Pemufakatan jahat tidak mengenal pasal Jo 55. Pembedaan pasal 132 pemufakatan jahat adalah berubahan undang undang sebelumnya. Tidak bisa di samakan pasal 55,” jelas Jhosua.

“Pasal 132 tidak ada pembedaanya. Undang undang Pasal 132 menekan peredaran narkotika. Pasal 132 bertanggung jawab pidananya bukan perbuatan pidana,” ujar saksi ahli Jhosua.

Kaitan pasal 127 penyalahgunaan narkoba.

Pendapat ahli Spirit fisolosofi ada peredaran gelapnya atau prekusor narkotikanya. Ahli membandingkan, membeli 10 paket dijual 8 paket yang 2 jatah keuntungan si pembeli, fisolosofi di pasal 123. Tidak bisa berdiri sendiri lanjut ahli pidana di hadapan Jaksa penuntut umu Adib dan majelis Hakim R Aji Suryo SH MH.

“Masih di Pasal 132 adalah sindikat, Prekusor narkotika Kalau ke 4 orang membeli berpatungan bisa di bilang sindikat tanya kuasa hukum Akmal.

Tergantung putusan Hakim bisa semua atau tidak. Sema bukan sesuatu kemutlakan mau di taruh di mana. Berdasarkan surat dokter (Asesmen.) tergantung hakim mau di putus di taruh di mana” lanjut Jhosua.

Asesmen Hakim wajib melihat atau tidak ujar saksi ahli pidana menjawab pertanyaan kuasa hukum terdakwa. Di pasal 123  di kaitkan sindikat narkoba.

“Di pasal 103 saksi ahli minta ijin membaca gogle lewat henponya ketika kuasa hukum menanyakan pasal 103. Keterkaitan pasal 127 harus di buktikan betul-betul obat penyalahgunaan narkoba. Karena pasal 127 adalah lapor diri,” ujar saksi ahli pidana sambil membaca yang ada di gogle HandPhonenya.

“Pecandu narkotika pasal 127 harus direhabilitasi. Hakim harus mempertimbangkan aspek hukumnya,” ujar Jhosua yang biasa beracara sidang di pengadilan negeri Tangerang.

“Jaksa penuntut umum Adib. SH belum mendapatkan jawaban uraian yang jelas atas kesaksian ahli. Pemilik narkotika itu mendapatkannya pasti ilegal. Dari degradasi pecandu pastinya dapatnya ilegal,” jawab ahli.

“Narkotika di dapat secara ilegal apakah di akomodir dalam pasal 135,” ujar JPU Adib SH. Lagi lagi saksi ahli ini membuka hpnya untuk menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum.

“Korban penyalah guna pasti dapatnya tidak mudah dalam pasal 112 dan.pasal 114.Tidak ada hubungannya dengan asesmen. Usernya kalau tidak ada ke untungan buat apa?,” ujar saksi balik bertanya.

Menilai seseorang yang menjadi sindikat narkotika dari mananya tanya JPU Adib SH

Saksi ahli menjawab, Pecandu kalau di lapas menjadi jahat. Yang harusnya di rehabilitasi kok malah di Lapas ujar saksi ahli yang tidak nyambung dari pertanyaan jaksa.

Orang yang tidak terikat dalam sindikat kriterianya apa?, tanya JPU. Ahli menerangkan kalau barang buktinya di bawah 0, gram bisa di rehab jawab saksi makin jauh dari suptansi pertanyaan jaksa penuntut umum.

Team asesmen terpadu.
Barang bukti ini aliran uang ya besar bukan kecil jawab ahli. Kalau kecil buat apa jawab ahli balik bertanya.

Sudut pandang saksi ahli. Ada orang mentrasfer uang. Ternyata temanya sudah membeli narkotika. Temanya sudah di tangkap dan barang bukti masih utuh belum di pakai.

“Berasal pembeli pasal 114 penjual perantara perbuatan ekonomis tentunya harus di lihat hasil untungnya. Peredaran itu terdaftar dalam prekusor,” jawab saksi ahli.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.