TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Diduga tidak mengantongi izin, oknum Trantib Kecamatan Pinang catut nama Wakil Walikota serta ciderai kinerja wartawan yang menjadi fungsi sosial kontrol dalam pembangunan dan pendapatan daerah Kota Tangerang.

Hal tersebut diketahui dari adanya pantauan seorang wartawan dari salahsatu media online yang tengah menyoroti adanya pembangunan alih fungsi tempat tinggal menjadi klinik persalinan yang berlokasi di wilayah Jl Rasuna Said, Kel. Kunciran Jaya, Kec. Pinang.

“Ngapain ente nanya-nanyain itu bangunan. Itu bangunan masuk kota apa Trantib Pinang, itu ada suratnya apa enggak? udah dia mah ada suratnya, lagian dia mah orang situ, bukan orang baru. Lagian bangunan cuma renovasi, ente mah sebagai wartawan gak usah mau tau bangunan orang, lagian itu mah urusan saya, urusan orang kota, urusannya pak Haji Sachrudin Wakil. Gak usah ngotek-ngotek bangunan orang. Gak etis juga, lagian itu yang punya sodara saya, jangan dimacem-macemin,” ketus Doni yang diketahui bertugas sebagai Kasi Trantib Kecamatan Pinang dalam rekaman suaranya yang didapat wartawan saat dirinya menghubungi pihak owner.

Dengan adanya pernyataan tersebut, wartawan dalam menjalani tugas jurnalistiknya dalam sosial kontrol merasa dicederai oleh adanya pernyataan dari oknum Trantib yang diduga seakan membekingi adanya pembangunan di wilayah tersebut.

“Ya, jelas dalam pernyataan tersebut fungsi saya dalam mengkonfirmasi merasa dirugikan. Saya hanya bertanya mengenai izinnya, tapi kenapa saya dikatakan seperti itu oleh trantib serta menjadi status oleh si pemilik tempat di akun facebooknya,” kata Aconk selaku awak dari salahsatu media online.

Dari pantauan, Aconk menjelaskan pembangunan alih fungsi tempat tinggal yang sudah berjalan -+ satu bulan ini diduga belum mengantongi izin perubahan atau alih fungsi bangunan untuk menjadi tempat komersil.

“Buset dah ya itu wartawan gila, minta ditemenin sama gua, gak ditemenin ada aja keusilannya, ngaduin gue berdua Bidan SR A, sekarang dia ngusik-ngusik gua lagi ngerenovasi rumah gua, pantes hidup lu susah. Awalnya dia juga gak sebut nama elu. Dia bilang ada wartawan yang nyebut2 bangunan gua. Emang lu wartawan jahat, gua dah gak mau ribet,” seperti yang dikutip dari status owner yang merupakan seorang bidan ini.

Hingga berita ini dilayangkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hal tersebut dari pihak owner yang merupakan seorang bidan, serta Kasi Trantib Kecamatan Pinang.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan