NEWS TICKER

Disoal Konsumen, Proposal Perdamaian PT Palem Propertindo Akan Dilakukan Voting

Kamis, 25 Maret 2021 | 1:10 am
Reporter: Yudh
Posted by: Redaktur
Dibaca: 1116
Pimpinan Kantor Hukum JP and Partners, Julie Pangestu. SH., MH, ist Faktakhatulistiwa.com

JAKARTA, Faktakhatulistiwa.com – PT Palem Propertindo selaku perusahaan pengembang apartemen dan kios juga Ruko pada Grand Palem Residence mengajukan proposal perdamaian kepada ratusan kreditur konkuren di pengadilan Niaga pada pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Rabu (24/3/2021).

Hal tersebut tercantum dalam Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 28/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Jkt. Pst. Tertanggal 17 Febuari 2021 yang mengabulkan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh 2 (dua ) orang pemohon, yakni, Sheila Maria Fransisca S, dan Yuliana atas persoalan selisih luas bangunan yang tidak sama antara PPJB dan PBB.

Oleh karena itu, pimpinan Kantor Hukum JP and Partners, Julie Pangestu. SH., MH selaku penerima kuasa dari 278 kreditur konkuren berupaya membela kepentingan konsumen (pembeli unit) dalam proses PKPU PT. Palem Propertindo, guna tercapainya HOMOLOGASI (perdamaian) antar pihak developer dengan para krediturnya.

“Pailit adalah pil pahit buat pembeli unit yang masih statusnya PPJB seperti halnya klien yang kami wakili dalam proses ini. Karena itu kami akan berjuang untuk tercapainya Perdamaian (HOMOLOGASI) atas Proposal Perdamaian yang diajukan oleh (developer) PT. Palem Propertindo pada persidangan hari ini di pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” kata Julie yang juga seorang alumni dari Kampus Emas Esa Unggul, yang sudah aktif pada LBH Esa Unggul sejak tahun 2008 ini kepada wartawan, Rabu (24/3/2021).

Sidang Pengadilan Niaga oleh Pemohon dan pihak Developer di Pengadilan Negeri Jakarta, Rabu (24/3/2021), ist Faktakhatulistiwa.com

Diungkapkannya, Kantor Hukum JP and Partners dalam persoalan tersebut mewakili 278 kreditur yang sudah melunasi pembayaran, namun hingga kini belum juga mendapatkan AJB.

“Adapun jumlah pembeli unit yang masih PPJB yang kami wakili berjumlah 278 orang dengan status sudah bayar lunas tapi belum dilakukan AJB sebagai bentuk peralihan hak atas jual beli untuk mendapatkan SHMRS,” ungkapnya.

Julie pun mengatakan, sebagai advokad yang sudah sejak lama berkiprah menjadi praktisi hukum dalam membela masyarakat kecil, JP and Partners siap didepan melakukan segala tindakan dan sikap untuk kepentingan kliennya.

“Adapun terkait adanya putusan PKPU ini didasari karena adanya permohonan dari sebagian kecil pembeli unit yang merasa ada persoalan selisih luas yang mereka tuntut dari PT Palem Propertindo selaku developer atas Apartemen Green Palem Residence. Yang dimana menurut pendapat kami, hal tersebut seharusnya baru bisa diselesaikan apabila status hukum PT Palem Propertindo tidak dalam PKPU ataupun Pailit,” jelasnya.

Adapun dalam proses perdamaian akan dilakukan voting bersama pada Senin 29 Maret 2021 mendatang, untuk menentukan diterima atau tidaknya proposal perdamaian tersebut.

“Proposal perdamaian yang diajukan oleh Developer hari ini akan dilakukan voting pada hari Senin tanggal 29 Maret 2021 untuk menentukan diterima atau tidaknya proposal perdamaian tersebut. Dan hal terbaik buat para pembeli unit sebagai Kreditur Konkuren maupun Developer serta Pemohon adalah tercapainya perdamaian (homologasi),” pungkasnya.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.