NEWS TICKER

Dipersidangan, Anak Wakil Walikota Akui Gunakan Sabu Sejak 2018

Senin, 9 November 2020 | 9:25 pm
Reporter: HS
Posted by: Redaksi
Dibaca: 624

 

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Sidang lanjutan anak Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin berlanjut, terkait kasus penggunaan sabu pada Sabtu (6/6/2020) lalu sekitar pukul 00.15 WIB. Barang bukti yang disita yakni sabu seberat 0,51 gram.

Sidang kali ini beragendakan mendengar kesaksian dari para terdakwa, meskipun melalui virtual.

Salah Satu kesaksian dari terdakwa Muhammad Taufik mengatakan kejadi itu terjadi dirumah terdakdawa Dede, saat itu mereka mencoba mengumpulkan uang untuk membeli sabu tersebut.

Ia menceritakan kronologis saat pertama kali akan membeli sabu tersebut. Awalnya ia pergi rumah Dede, saat penangkapan ia berada di kamar, kemudian Syarifuddin berada diluar.

Sementara, Akmal anak Wakil Walikota Akmal, itu selain memberikan kesaksian terkait ajakan menggunakan Sabu. Ia juga mengakui pernah menggunakan sabu sebelum dilakukan penangkapan pada Sabtu (6/6/2020).

“2018 pernah memakai Sabu juga, kemudian terakhir berhenti pakai 2019,” kata Akmal.

Sementara, sebelumnya Akmal memberikan kesaksian, terkait awal mula akan melakukan transaksi. Ia mengatakan saat hendak menuju ke rumah terdakwa Dede, mereka sempat melakukan komunikasi melalui pesan WhatsApp.

Setelah diperjalanan, kemudian Akmal memberikan kesaksian bahwa ia yang melakukan panggilan telpon, bahwa teman-temannya sudah berada di rumah terdakwa Dede.

“Janjiannya itu lewat chat buat patungan, dan sapakat buat dipake dan dipake di rumah Dede,” Ujar Akmal.

” Ya, Saya yang telpon duluan, buat mastiin mereka udah kumpul atau belum,” Ujar Akmal.

Sementara itu, Kepala Seksi BB Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Haerdin mengatakan, untuk sidang hari ini telah selesai dari kesaksian para terdakwa.

“Terkait pemeriksaan saksi sudah selesai diantara 4 perkara kesaksian diantara mereka berikutnya agenda saksi pejangkauan,” ujar Haerdin.

Kasus dipidana pasal 114 ayat 1 ancaman maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara paling rendah 5 tahun, untuk 112 ancaman maksimal paling lama 12 tahun paling rendah 4 tahun, sedangkan 127 ayat 1 maksmal 4 tahun.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.