NEWS TICKER

Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Selatan Diduga Tidak Mau Bekerja

Kamis, 28 Mei 2020 | 11:16 pm
Reporter: HS
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 1363
DPRD saat KunKer ke PDAM TB, foto istimewa faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Pasca jebolnya turab Tempat Pembuangan sampah Akhir (TPA) Cipeucang yang mengakibatkan pencemaran Sungai Cisadane yang menjadi sumber air baku bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng yang di distribusikan untuk Warga Kota Tangerang.

Sekertaris Komisi III DPRD Tangerang Selatan (TangSel) M.Azis dari Fraksi Golkar mendatangi Kantor PDAM Tirta Benteng dengan alasan mencari solusi atas jebolnya turab TPA Cipeucang.

Hal tersebut menjadi tanda tanya LSM Bintang Merah Indonesia, karena baginya yang seharusnya bertanggungjawab akan peristiwa jebolnya TPA Cipeucang yang menjadi penyebab rusaknya biota air sungai Cisadane tersebut ialah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel.

“Ya meskinya DLH Tangsel yang datang untuk merapatkan bagaimana solusinya. Kenapa kok DPRD yang datang ?? diduga bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangerang Selatan tidak mau menghadapi dan mempertanggung jawabkan atas jebolnya turab TPA Cipeucang,” Ketus Ketua LSM Bintang Merah Indonesia Dedy Rahmadiansyah kepada Faktakhatulistiwa.com (28/5).

Seperti yang dikutip dari akun media sosial PDAM Tirta Benteng, Kunjungi PDAM TB Pasca Longsor TPA Cipeucang, Dewan Tangsel Minta Maaf terlebih, dampak jebolnya sampah mencemari Kali Cisadane yang menjadi salah satu sumber bahan baku utama air baku PDAM TB.

“Ini kan musibah. Kalau musibah kan sama sama kita mencari solusi,” ucapnya, Kamis (28/5/2020).

Politikus partai Golkar ini mengatakan, sejatinya pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi volume sampah.

Antara lain dengan bekerjasama dengan daerah Bogor membuat TPA di wilayah Nambo, dan mengajak pengiat lingkungan untuk membersihkan sampah.

“Cipeucang itu nantinya tidak digunakan, karena di Nambo belum jadi akhirnya sementara kita pakai disana. Nantinya Cipeucang akan jadi ruang terbuka hijau,” tambahnya.

Menindak lanjuti hal itu, sambung Azis, pihaknya meminta Pemkot Tangsel memperbaiki bangunan TPA yang jebol serta memfungsikan TPS sementara.

“Kita minta yang jebol diperbaiki dan mencari TPS sementara. Itu urusan kepala daerah lah bekerja sama dengan daerah lain,” tambah angota dewan dua periode ini.

Direktur Umum PDAM TB Doddy Efendi menjelaskan, pasca insiden tersebut, pihaknya segera memperketat pengecekan air sungai setiap 15 menit.

Bahkan, penambahan zat kimia (Clorin) pun dilakukan guna menjaga kualitas air. Akibatnya biaya produksi air baku membengkak.
“Ini sudah jadi resiko kami, kan tidak bisa di rembes,” ujar nya.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.