TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Heboh, puluhan warga keturunan Tionghoa mendatangi masjid menolak suara adzan yang sedang berkumandang di kawasan perumahan Ilago Paramount Gading Serpong, Curug Sangereng, Kabupaten Tangerang.

2 (dua) video berdurasi 18 – 22 detik tersebut beredar melalui pesan What’s up namun kemarahan umat muslim terhadap warga keturunan Tionghoa yang melakukan intimidasi terhadap pihak masjid dapat di cegah oleh aparat dan instansi lainnya.

Salah satu warga yang kebetulan melintas dijalan tersebut menyebutkan warga muslim berjaga jaga didepan area masjid Perumahan Ilago Paramount Gading Serpong.

“Kejadian ba’da isya warga muslim saat adzan diteror, gedor gerbang masjid dan menolak oleh warga keturunan Tionghoa dekat claster ilago Gading Serpong,” ulas Rahman seorang warga Tangsel yang melintas dijalan Gading Serpong dan hendak sholat berjamaah, kepada wartawan, Rabu (19/5/2021).

Tampak dalam video pertama menggambarkan adanya perlawanan dari warga muslim pribumi 

Info terkini warga Gading Serpong khususnya warga illago menolak suara azdan dan suara keras dari masjid yang berada di sekitaran kawasan gading. Dan rata-rata pendemo warga keturunan Tionghoa (China).

“Barusan terjadi kerusuhan di Gading Serpong, akibat seorang warga keturunan cina merasa terganggu dengan suara adzan dan ada perlawanan dari warga pribumi namun sedikit karena sebagian daerah sudah kena gusur Summarecon,” pungkasnya.

MR (tengah) saat memberikan klarifikasi di Polsek Kelapa Dua, ist Faktakhatulistiwa.com

Terkait kekisruhan tersebut, seorang warga berinisal MR warga Curug Sangereng, Kelapa Dua, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, mengklarifikasi dengan meminta maaf kepada DKM Masjid serta warga Curug Sangereng, Kelapa Dua, Gading Serpong, yang karena ulahnya meminta untuk mengecilkan speaker masjid, hingga terjadi kesalahpahaman.

“Saya meminta maaf atas kekeliruan dan kesalahan saya menyuruh DKM Masjid untuk mengecilkan suara speaker masjid. Saya disini melakukan atas inisiatif saya sendiri dan tidak disuruh oleh orang lain. Yang katanya disuruh oleh orang cina, itu sama sekali tidak benar. Dan kedepannya saya akan lebih berhati-hati dalam betutur kata,” kata MR dalam video klarifikasinya yang dilakukan di Polsek Kelapa Dua.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *