NEWS TICKER

Dikatakan Ajang Korupsi, Aliansi Tangerang Bebersih Demo PUPR

Rabu, 18 November 2020 | 2:09 pm
Reporter: TIM
Posted by: Redaksi
Dibaca: 2252
Penanggungjawab Aliansi Tangerang Bebersih, Andri Ardiyansyah saat diwawancarai wartawan di Kantor PUPR Kota Tangerang

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Aliansi Tangerang Bebersih melakukan aksi demo di halaman kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, guna menuntut adanya dugaan korupsi di badan Dinas, pada Rabu (18/11/2020).

Aksi yang dilangsungkan dengan menerapkan protokol kesehatan ini, berharap agar Dinas PUPR Kota Tangerang dapat menjawab poin dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dari Aliansi Tangerang Bebersih.

Penanggungjawab aksi, Andri Ardiyansyah saat ditemui mengatakan, tuntutan aksi tersebut berdasarkan adanya sejumlah bukti dugaan korupsi yang persentasenya diambil dari ditiap paket Proyek Lelang (PL).

“Kita berharap Dinas PU ini transparan. Ada dugaan-dugaan menerima vee proyek, sekira 5 hingga 10%, dan kita berdasarkan data, bukan hanya sekedar wacana saja,” tegasnya.

Dari dugaan tersebut, Andri pun mengatakan akan terus menindaklanjuti aksi tersebut, bilamana tuntutannya tidak dipenuhi.

“Bilamana tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan terus melanjutkan aksi ke Pusat Pemerintahan serta Kejaksaan Kota Tangerang, bahkan ke KPK,” tegasnya.

Kepala Bidang Operasional Perawatan, H Agus (kanan) saat mediasi masa aksi di ruang rapat Dinas PUPR Kota Tangerang

 

Dalam aksi tersebut juga sempat dilakukan mediasi oleh Kepala Bidang Operasional Perawatan, H Agus di ruang rapat Dinas PUPR Kota Tangerang, guna menyerap aspirasi yang nantinya dikatakan akan disampaikan ke Kepala Dinas.

“Ya kita mediasikan, untuk nanti kita sampaikan ke Kepala Dinas. Kalau demo itu kan sah-sah saja, sebagai bentuk aspirasi dari masyarakat,” singkat H Agus kepada wartawan, (18/11).

Sebagai kontrol sosial, Aliansi Tangerang Bebersih akan terus menyoroti segala pembangunan serta perawatan yang Ada di Tangerang Raya.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.