NEWS TICKER

Diambang Ketidakjelasan, Warga Benda Tegaskan Pemberhentian Proyek

Rabu, 6 Januari 2021 | 4:36 pm
Reporter: Sandi Kurniawan
Posted by: Redaktur
Dibaca: 177
Koordinator Warga 27 Benda, Dedi (tengah), foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Kasus pembebasan lahan Tol Jakarta Outer Ring Road II (JORR) di Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, hingga kini belum menemukan titik terang.

Pasalnya, hingga awal tahun 2021 warga masih belum mendapat kepastian secara hukum setelah menjalankan mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang disepanjang bulan Desember 2020.

Berdasarkan pemaparan koordinator tim 27, Dedi dalam konferensi pers tertanggal 5 Januari 2021, warga hingga kini masih menunggu hasil persidangan, setelah berlarut-larut mengikut mediasi yang tak membuahkan hasil. Dedi mengatakan, pihak tim 27 akan menghentikan proyek hingga persidangan selesai.

“Kami akan hentikan proyek pengerjaan, sesuai dengan perjanjian kami dengan pihak Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC), dan PPK PUPR, bahwa kami ingin tidak ada pengerjaan hingga proses persidangan selesai (memiliki kekuatan hukum tetap -red),” tegasnya, Selasa (5/1).

Dedi juga mengatakan, bahwa ada perjanjian lisan antara dua belah pihak yang hari ini diingkari, yaitu soal uang kontrakan dan uang dapur. “Memasuki awal tahun, warga sudah banyak yang menunggak biaya kontrakan, karena uang kontrakan yang dijanjikan pihak JKC & PPK hingga hari ini belum direalisasikan” kata Dedi.

Foto Alat Berat Pasca Menggusur Rumah Warga Benda Kota Tangerang, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

Lanjutnya, tambah Dedi, pihak JKC & PPK sebelumnya menjanjikan biaya untuk tempat tinggal warga hingga kasus ini selesai di persidangan, tapi faktanya hari ini mereka malah menawarkan barter (tukar) untuk sejumlah uang yang mereka janjikan dengan bangunan yang kami jadikan posko perjuangan bersama.

Sebelum menutup konferensi pers tersebut, Dedi yang mewakili segenap warga tim 27 menyampaikan harapannya, agar semua dapat berjalan lancar dan terselesaikan dengan baik.

“Kami harap, dengan penghentian pengerjaan ini, ada keseriusan dari para pihak untuk segera menyelesaikan hak-hak warga, agar kedepan semua dapat berjalan lancar, baik pengerjaan proyek ataupun kehidupan warga yang terdampak,” pungkasnya. (San)

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.