TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Alami penyakit langka yang diduga Sindrom Steven Jhonson (SJS) bocah asal Jayanti Balaraja kini mendapati perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang.

Saat dibesuk di ruang rawat Dahlia RSUD Kabupaten Tangerang, seorang bocah bernama Satria Dirgantara (3) ini mengalami penyakit seperti luka bakar disekujur tubuhnya. Yang saat itu tengah dalam pelukan sang Ibu yang setia menemani.

“Saya sendiri jenis penyakitnya tidak tahu, masih diagnosa dari dokter yang jelas saya dapat dari share grup temen-temen keluarga besar FKPPI terkait pasien yang bernama Satria Dirgantara, karena teritorial masuk RSUD Kabupaten Tangerang saya berkoordinasi dengan Wakil Direktur Rumah Sakit Kabupaten Tangerang, dengan dokter Rifki, alhamdulillah pasien langsung di bawa kesini dan cepat di tangani,” ungkap Anggota Komisi II, DPRD Kota Tangerang, Dedy Fitriadi saat membantu penanganan perawatan pasien ke Rumah Sakit, Rabu (27/10/2021).

Politisi dari Fraksi Partai Demokrat ini menjelaskan selama ini dirinya selalu berkoordinasi dengan dr. Moch. Rifki dalam membantu pasien yang berasal dari Kabupaten Tangerang.

“Beliau selalu koperatif dalam membantu masyarakat. Saya ucapkan banyak berterimakasih dengan dokter Rifki, atas bantuannya yang sigap menangani pasien,” terangnya.

Lebih lanjut Dedy menjelaskan, bahwa pasien Satria Dirgantara (3) turut mendapat tindakan operasi, karena mata pasien yang sebelumnya tidak dapat melihat karena dampak dari penyakit langka tersebut.

“Masuknya kemarin sore, dan langsung di tangani secara khusus, tadi sudah operasi mata karena mata anak tersebut tidak bisa melihat alhamdulillah sudah di tempat rawat inap. Karena matanya pasien tidak bisa melihat jadi tindakan yang tepat adalah matanya,” jelasnya.

Satria Dirgantara (3th) mengalami penyakit langka Sindrom Steven Jhonson, seperti luka bakar pada tubuhnya yang kini mendapat perawatan intensif di RSUD Kab. Tangerang, foto Faktakhatulistiwa.com

“Semoga Satria Dirgantara cepat sembuh, dan ini juga perlu penelitian pada temen-temen dokter, sebenernya penyakit apa si? Sampe segitu parahnya. Tadi kebetulan saya besuk adek Dirgantara ini ternyata dari sebelahnya dengan kasus yang sama,”

“Kewajiban saya sebagai anggota dewan walaupun pasien berada dimana, ini adalah salah satu kewajiban kita, masyarakat di manapun yang membutuhkan pertolongan sudah selayaknya dan kewajiban seorang anggota dewan di wilayahnya masing masing untuk bantu masyarakat,” terangnya.

Sementara, Ayah Satria Dirgantara, Abdullah tidak tahu harus berkata apa, atas bantuan dari Dedy Fitriadi selaku anggota DPRD Kota Tangerang. “Terimakasih pak, saya gatau harus ngomong apa,” ujarnya haru.

Lebih lanjut Abdullah menjelaskan, ikhwal anak kesayangannya yang mengalami penyakit langka itu.

“Sakitnya kalau gak salah sekitar dua mingguan, awalnya ada gejala demam itu, terus saya bawa ke kelinik karena kan ke puskesmas agak jauh ya. Saya bawa yang terdekat aja, saya bawa ke kelinik karena saya lihat juga ada titik merah di wilayah wajahnya, kata dokter di sana (klinik yang sempat menangani pasien) ini mah cacar air, di kasih dah obat, setelah saya kasihin obat seling gak berapa lama sekitar beberapa jam gak sampe seharian, langsung keluar semua kan, saya pikir wah ini mungkin penyembuhanlah, tapi kok semakin banyak, pecah lagi, ada lagi gitu, selang beberapa hari saya bawa ke bidan lagi, kata bidannya wah ini bukan cacar air, saya enggak tau ini apa penyakitnya ke RSUD aja larinya,” ungkap Abdullah.

“Saya bawa ke RSUD, selang berapa hari anak saya harus di pindah (rujuk) ke RS Cipto, nah ke Cipto kan agak mahal, namanya juga orang kampung, soalnya saya juga kan cukup jauh, saya pasrah aja udah saya bawa pulang aja udah mudah-mudahan bisa sembuh di rumah kan pertimbangan saya, bawa pulang lah, mungkin ada rekan rekan FKPPI di sana ada rekanan di bawa ke RS di Jayanti terus langsung rujuk ke RS ini (RSUD Kab.Tangerang),” sambungnya.

“Alhmdulillah berkat pertolongan Pak Dewan ini saya langsung di permudah, baru dateng langsung masuk ruang isolasi terus besoknya ada penanganan, matanya di operasi, untuk diagnosanya katanya Steven Jhonson,” jelasnya.

Ia pun menduga, penyakit yang diderita oleh anaknya itu disebabkan karena alergi dari reaksi obat yang sebelumnya diberikan kepada anaknya.

“Untuk itu si mungkin dari reaksi obatnya ya (dugaan sakitnya) karena alergi atau apa gitu, tapikan saya juga gatau kalo dia itu (anaknya) punya alergi itu. Semoga cepet sembuh, di berikan kelancaran dan kesehatan seperti semula, untuk kendala di Rumah Sakit saat ini si tidak ada,” jelas Abdullah berharap.

Selain itu, dalam satu ruang perawatan, tampak pasien yang mengalami hal yang sama, yakni Siti Wahidah (2) asal Mauk yang di diagnosa covid dan penyumbatan pembulu darah, dengan mengalami seperti luka bakar pada kaki dan kepalanya.

“Awal penanganan di bawa ke klinik di kasih obat yang fungsinya sama namun berbeda merek seperti Satria Dirgantara (kelinik berbeda), langsung nyebar dalam hitungan jam dan di larikan ke RSUD Kabupaten Tangerang,” ujar sang Nenek Siti yang saat itu setia menanti cucunya yang tengah dirawat. (Yud)

follow and like us:
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan