NEWS TICKER

Beresiko Nyawa, Keluarga Pasien Perkarakan Pelayanan RSU Kabupaten Tangerang

Senin, 15 Februari 2021 | 6:31 pm
Reporter: Tim
Posted by: Admin
Dibaca: 87
Keluarga Pasien Siap Melaporkan Pelayanan RSU Kabupaten Tangerang, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KABUPATEN TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Keluarga pasien akan perkarakan Rumah Sakit Umum (RSU) Kabupaten Tangerang yang tidak mengedepankan tindakan penyelamatan korban kecelakaan lalu lintas Gusti Puja Kurnia (28) yang banyak mengeluarkan darah. Pasalnya, pihak RSU menolak memberikan pertolongan pada pasien gawat darurat tanpa menyertakan hasil swab tes PCR, dengan dalih peraturan baru.

Keluarga pasien, Supriyanta menegaskan, seharusnya dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan terlebih dahulu. Hal itu ditegaskan di dalam Undang Undang nomor 36 tentang Kesehatan, UU nomor 44 tentang Rumah Sakit dan UU nomor 36 tentang Tenaga Kesehatan.

“Saya akan perkarakan pelayanan RSU Kabupaten Tangerang tidak memberikan tindakan medis untuk menyelamatkan adik yang dalam keadaan kritis banyak mengeluarkan darah akibat kecelakaan lalulintas di wilayah Perumnas Tangerang,” kata Supriyanta, Jumat (12/2/2021).

Ia sangat menyesalkan pihak RSU tak memberikan tindakan, harusnya dalam keadaan darurat penyelamatan nyawa manusia lebih penting, malah mengedepankan aturan, RSU Kabupaten Tangerang yang harus ada keterangan hasil tes swab PCR dan buktinya ketika di RSUD Kota Tangerang langsung ditangani.

“Saya baru menyadari, bahwa di RSU itu milik Pemerintah Kabupaten Tangerang dan punya laboraturium, anehnya kenapa pasien disuruh tes swab PCR di klinik depan RSU Kabupaten Tangerang, apalagi pasien warga Kabupaten Tangerang, dia punya hak untuk mendapat pelayanan kesehatan sebagai warga Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Menurutnya, ketika pasien korban kecelakaan lalu -lintas dibawa RSUD Kota Tangerang, langsung diterima di IGD mendapat perawatan intensif tanpa syarat mencamtumkan hasil tes swab Covid-19 dan tidak melihat pasien warga Kota atau Kabupaten Tangerang, menjalakan kewajibannya sesuai Undang-Undang yang berlaku.

“Bila yang kecelakaan itu anak Presiden atau Bupati, apakah berani dibiarkan saja dan disuruh tes swab PCR di klinik depan RSU Kabupaten, bisa keburu mati pasiennya,” sindirnya.

Supriyanta menambahkan, masalah ini sudah dikonsultasikan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK), sementara ini fokus mengurus laporan kecelakaan lalu-lintas dan fokus mengurus pasien yang patah rahangnya sedang dirawat di RSUD Kota Tangerang

“Perkara itu mungkin nanti saya lanjutkan, sementara ini kita masih sibuk fokus ngurusin adik saya, karena rahangnya patah mau dioperasi sekalian ngurus laporan polisi kecelakaan kemarin,” tandasnya.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.