NEWS TICKER

Berdalih Zona Merah, Lurah Disinyalir Batasi Aktifitas Gerakan Pemulihan Trauma

Rabu, 9 September 2020 | 4:21 pm
Reporter: Redaksi
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 389
Trauma Healling Korban Penggusuran Tol Jorr 2, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Covid-19 menjadi dalih Nurdin, lurah Jurumudi Kecamatan Benda, membatasi aksi mahasiswa UNIS untuk melakukan bakti sosial menyalurkan sumbangan dan memulihkan trauma yang dialami oleh anak anak pasca pengusuran lahan JoRR 2, Rabu (9/9/2020).

Iman Maulana, Koordinator Mahasiswa UNIS menilai, aksi lurah Jurumudi tersebut adalah bagian dari kekhawatiran akan gerakan mahasiswa yang peduli akan kondisi psikis dari warga dan anak – anak yang terkena dampak gusuran tersebut.

“Kita sudah jelaskan kepada lurah bahwa ini adalah pergerakan sosial, seharusnya mereka mendukung dengan menfasilitasi dan mendorong, bukan hanya menghimbau, menghimbau tadi tidak ada dorongannya atau bantuan kepada warganya sendiri,”Kata Iman.

Ia mengaku kendati mendapat teguran keras dengan dalih penyebaran Covid-19, dirinya dan puluhan mahasiswa UNIS lainnya akan tetap menggelar aksi sosial dalam membantu memulihkan trauma yang dialami oleh anak anak korban gusuran.

“dari pihak kelurahan minta kita untuk tidak berkumpul untuk langsung memberikan bantuan, namun kita akan terus bergerak untuk membantu anak – anak dan warga dalam memulihkan trauma mereka,”Pungkasnya.

Ia Menuturkan, kegiatan tersebut adalah bentuk kepedulian dan bentuk nyata mahasiswa UNIS kepada masyarakat yang dianggap perlu dibantu.

“Untuk programnya sendiri berbentuk sosial seperti berbagi sembako, berbagi makanan dan hal hal yang betul betul dibutuhkan pada saat ini,”tuturnya.

Selain itu, Pihaknya juga mencoba membantu melakukan serangkaian kegiatan kerohanian kepada anak – anak dengan konsep mengaji menyenangkan.

“Kita seminggu sekali Fun Ta’lim atau mengaji yang menyenangkan, dan dihari berikutnya kami menggelar pembelajaran melalui permainan permainan yang kami namakan belajar darurat,”tukasnya.

Agar tidak tumpang tindih dengan aksi yang telah digelar oleh GMNI Kota Tangerang yang telah melakukan pendampingan terhadap warga dan anak – anak yang terkena dampak, dirinya mengaku telah melakukan serangkaian komunikasi.

“Kalau kita sudah berkolaborasi dan kita sudah melakukan koordinasi dengan temen –¬† temen yang sudah mengadakan, dimana disitu ada kekosongan disitu kita masuk,”Jelasnya

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.