TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Sampai meninggal dunia, 26 mantan pegawai PT Jabatex masih belum menerima haknya. Alhasil puluhan mantan pegawai perusahaan yang telah dinyatakan Failid tersebut menggeruduk Pengadilan Negeri Tangerang.

Perusahaan yang pernah memproduksi tekstil di wilayah Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang ini diketahui Failid sejak tahun 2018. Sejak saat itu perusahaan diketahui tidak membayarkan hak 453 karyawan mereka.

Salah satu buruh Misno mengatakan pihaknya sengaja mendatangi PN Tangerang untuk bertemu dengan Ketua PN.

“Kita datang ke pengadilan dalam rangka pemanggilan Ketua PN ada rapat koordinasi terkait eksekusi PT Jabatex failid,” jelasnya, Kamis (17/2/2022).

Menurutnya seharusnya PN Tangerang telah mengeluarkan perintah eksekusi. Mengingat perkara tersebut telah inkrah di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

“Sampai saat ini yang seharusnya sudah ingkrah itu eksekusi dan sekarang sudah ada kurator. Kami menunggu hak hak kami itu akan terbayarkan kalau sudah di eksekusi. Tapi sampai saat ini kami mayoritas orang-orang yang sudah tua sampai 26 temen kami meninggal dan ahli waris menunggu hak kami belum juga dibayarkan,” tegasnya.

Dirinya mengaku tersiksa dengan tidak jelasnya sikap dari PN Tangerang. Pasalnya tidak sedikit para mantan buruh yang bekerja di perusahaan tersebut terkatung – katung.

“Kami miris kondisi kami carut maut kami hanya menunggu dan itu kami minta segera di eksekusi karena kami meminta hak kami,” ujarnya.

Padahal, lanjut dia, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait. Namun sampai saat ini belum juga menemui kejelasan.

“Kalau sudah dilihat dari rapat sudah dua kali tahun 2020 sudah rapat juga tahun 2021 juga . Yang seyogyanya sudah saat ini di eksekusi, kami tidak tahu ada kendala apa sampai saat ini. Kami sadar betul apa yang dilakukan tim kurator, karena kami juga taat hukum,” jelasnya.

Bahkan dirinya mengklaim bahwa saat ini pihak PN Tangerang malah hendak melakukan mediasi kembali antara buruh dengan perusahaan.

“Kata Ketua PN masih di beri ruang untuk diskusi hingga seminggu,” jelasnya.

Dirinya berharap dari 453 mantan pegawai dan 26 orang ahli waris yang mewakili keluarga mereka yang telah meninggal dapat menerima kejelasan dalam hal ini hak mereka.

“453 karyawan, 26 yang meninggal. Total tagihan dari karyawan itu list ada di MA 50miliar hak kami sebagai pekerja,” tuntasnya. (Ags)

follow and like us:
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan