TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Kota Tangerang sedang gencar-gencarnya membangun drainase guna mengurangi ataupun menghilangkan titik-titik genangan air saat memasuki musim penghujan.

Namun sangat disayangkan, adanya pembangunan drainase yang dikerjakan oleh para kontraktor, banyak yang tidak sesuai sehingga tetap menimbulkan genangan hingga lutut orang dewasa, Kamis (04/11/2021).

Seperti pembangunan drainase yang berlokasi di Jalan A Dimyati hingga Jalan MT Haryono. Tampak proyek pembangunan tersebut terkesan asal-asalan dan disebut tidak menjadikan solusi dalam mengurangi genangan air.

“Ini mah udah jelas pembangunan asal jadi, masa udith ditambal pake puing bekas bongkaran sih, sama masih banyak yang bolong di Tanjakan pasar, terus sisa tambalan malah berserakan dijalan, sampe warga mau terpeselet saat melintas di tikungan GOR itu,” kata Yudha seorang tokoh Pemuda Sukasari saat ditemui.

Adapun yang diceritakan oleh Andra, pemuda yang biasa melakukan aktifitas di GOR Dimyati, bahwa kejadian seperti ini sudah biasa terjadi namun baru kali ini pasca selesai dibangunnya drainase debit air semakin meninggi.

“Banjir kaya gini sih dah biasa, tapi aneh aja, kan didepan sudah selesai dibangun drainasenya, bukannya malah gak banjir tapi malah makin banjir,” papar Andra.

Adapun pernyataan pedas yang dilontarkan oleh Aliansi Poros Tangerang Solid (PORTAS) saat mengetahui bahwa debit genangan yang menambah pasca selesai pengerjaan drainase oleh CV Dirgantara itu disebut hanya menghabiskan anggaran uang rakyat.

“Ini sih kaya ngebisin uang rakyat doank, bukan menyelesaikan masalah, saya jadi ragu yang menurut Dinas ada Tim Pengkaji, apakah ini hasil kajiannya?,” tegas Hilman.

Dengan bertambahnya debit air di titik genangan saat hujan, maka kuat dugaan bahwa Dinas PUPR Kota Tangerang tidak memiliki Tim Pengkaji hingga pengerjaan tidak sesuai target dan bahkan malah membuat banjir.

“Kerjaan udah gak bener ini, bukannya dapat menangani banjir, tapi malah tetep membuat banjir. Tim pengawas dinasnya pada kemana, masa pekerjaan seperti ini dibiarkan,” keluhnya.

Bahkan Aliansi PORTAS juga sempat mempertanyakan SOP K3 dan Tenaga Ahli CV Dirgantara ke Dinas PU Kota Tangerang. Namun hingga berita ini ditayangkan belum ada satupun perwakilan kontraktor ataupun Dinas PUPR Kota Tangerang yang dapat memberikan Komentar. (Dra)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan