NEWS TICKER

Arogansi Oknum Pegawai PUPR Gunungsitoli, Ancam Wartawan Saat Hendak Konfirmasi

Rabu, 12 Mei 2021 | 4:00 pm
Reporter:
Posted by: Admin
Dibaca: 218

 

GUNUNGSITOLI, Faktakhatulistiwa.com – Pegawai PTT/Piket Dinas PUPR Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, diduga menghalangi, dan mengancam 3 orang Wartawan saat sedang menjalankan tugasnya mengkonfirmasi.

Kejadian tersebut bermula, saat 3 Awak Media hendak menemui Kepala Dinas (Kadis) PUPR Gunungsitoli, Ampelius Nazara, ST, sekira Pukul 15:15 WIB, Selasa, (11/5/2021) sore.

Sekitar 80 M dari pintu masuk Kantor Dinas PUPR Gunungsitoli, berdiri salah seorang pegawai Ptt, bernama Lase yang dikatakan menghalangi 3 orang wartawan tersebut.

“Pegawai tersebut mengatakan mau kemana (tujuan), Awak Media menjelaskan mau ketemu Kadis PUPR, dan Lase menyampaikan tidak boleh masuk dan tidak diperkenankan menemui Kadis dengan alasan sedang Apel dan ada hal yang sedang di Rapatkan Kadis,” ucap awak media menceritakan kejadian.

Setelah menanggapi perkataan Ptt Lase, ketiganya pun tidak memaksakan masuk, namun sontak Ptt Lase dikatakan langsung mematikan kontak sepeda motor salah seorang Wartawan, dan memerintahkan 2 Wartawan lainnya untuk segera matikan mesin sepeda motornya.

Hal tersebut dengan alasan berisik terganggu Apel, padahal knalpot dari motor tersebut standar bukan recing. Ditambah jarak Kantor PUPR dengan di STOP wartawan jauh sekitar 80 M, Media hendak pergi pada saat itu setelah mendengar penjelasan Ptt Lase.

Dikarenakan Ptt Lase, mematikan sepeda motor salah seorang Wartawan dan perintahkan 2 orang lainya, Wartawan menanyakan pertanyaan kepada Ptt.

“Peraturan apa kayak begini Pak Lase?” ujar salah satu wartawan, dijawab Ptt perintah disini dengan cara menyampaikan geram, Wartawan klarifikasi penyampaian Ptt apa harus seperti itu ??,” tanya jawab media dengan Ptt waktu di lokasi.

Peraturannya dengan jawaban dari Media Ptt Lase Emosi mengatakan, “Kalian ini Wartawan dari mana, Pers apa entah masih Aktif/Sah KTA kalian atau emang benar-benar Media/Wartawan,” terang salah satu wartawan dengan memperagakan gerakan Ptt menunjuk-nunjuk 3 Wartawan tersebut.

Ketiga Wartawan, mengatakan kenapa berkata begitu, bukan hak anda menanyakan KTA mereka dan mengatakan tidak Aktif lagi. Sedangkan dia bukan POLISI/PENYIDIK, pada saat dilokasi ke 3 wartawan tersebut tidak arogan masuk. Setiap penjelasan Ptt tersebut mereka terima dan menanggapi dengan baik.

Namun sangat disayangkan Ptt Lase menjawab dengan nada arogan,  “Saya lebih dari POLISI kenapa? siapapun yang masuk disini saya berhak melarang dan ijinkan, termasuk Kadis PUPR Kota Gunungsitoli kalau tidak boleh masuk iya tidak boleh,” ketusnya dengan nada keras.

Awak Media menjawab apa yang anda katakan itu hak anda sepenuhnya. Yang mereka pertanyakan apa hak Ptt mengatakan mana KTA serta menyebutkan tidak aktif lagi dan menyederai hati wartawan tersebut dengan mengatakan KTA Mereka dan apa benar-benar mereka Media/Wartawan atau bukan Pers.

Jawabnya Ptt Lase lagi Wartawan apa Kalian mulai memanas situasi, Atas Permintaan Ptt Wartawan mengatakan seandainya KTA kami Aktif/Jelas Legalitasnya bagaimana? apa tanggung jawab, dengan perkataan anda dijawabnya untuk apa saya tanggung jawab saya tidak takut Media/Wartawan Pers dan silakan beritakan saya di media apapun Saya tidak takut sambil menunjuk-nunjuk dadanya.

Atas permintaan, Ptt Lase tersebut 3 Awak Media berbeda bersedia tunjukkan KTA/Legalitas pengesahan sebagai Wartawan Sah dari (PIMRED REDAKSI) masing-masing.

Setelah ditunjukan bukti Ptt mengatakan, “Tidak perlu sama saya semua itu tidak ada gunanya, dalam kisruh tersebut dilihat banyak orang. Tidak berselang lama datang salah seorang pegawai Honorer PUPR An. Leo Larosa, mencoba memberi pemahaman kedua pihak dan saling diskusi, Media menanggapi serius penjelasan Leo Larosa dan Wartawan pergi.

Ptt Lase, masih terlihat tidak senang dan mengancam  ketiga wartawan tersebut, “Awas kalian kalau lewat lagi disini, biar kalian tau, ini Lase lagi-lagi menunjuk Dadanya tidak ada takutnya dengan siapapun,”  Ucap Geram.

Dalam UU No.40 tahun 1999 tentang Pers tertulis Berbunyi. Tindakan menghalangi kegiatan Jurnalistik jelas sama dengan menghalangi Tugas Negara. Diatur dalam UU Pers No.40 tahun 1999 pada Pasal 18 Ayat (1) yang menyebutkan bahwa setiap orang yang secara sengaja, bahwa setiap orang yang melawan Hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi Pelaksanan ketentuan Pasal 4 Ayat (2) Ayat (3) dipidana dengan Penjara paling 2 tahun Pidana atau Denda paling banyak 500.000.000.00 (Limaratus Juta Rupiah) melanggar Aturan Pers termasuk ketentuan Umum, Asas, Fungsi, Hak Kewajiban, dan Peranas Pers.

Dengan ancaman tersebut 3 Awak Media berbeda akan melaporkan pengancaman Ptt Lase ke Polres Nias, dikarenakan merasa terancam dan tidak nyaman saat bertugas sebagai Jurnalis di lapangan.

Sebagai mana bunyi Pasal 335 Ayat (1) butir 1 KUHP berbunyi barangsiapa secara melawan Hukum dengan memakai Kekerasan, atau dengan memakai Ancaman Kekerasan terhadap orang lain dapat di Hukum Pidana dilakukan Penahanan Hukuman paling lama (1) tahun Penjara, sebagaimana diatur dalam Pasal 21 Ayat (4) Huruf (B) Pidana KUHP dengan denda 4,5 Juta Rupiah.

Dengan perihal Cekcok 3 Awak Media berbeda tersebut dengan Ptt Lase di Dinas PUPR Kota Gunungsitoli, menurut Penjelasan Ptt Lase Kadis PUPR tidak bisa ditemui 3 Wartawan mencoba menemui Kadis dikediamannya di Jl. Lawomaru Desa Luhalaraga Gunungsitoli. Tujuan mereka konfirmasi tentang tindakan anggotanya tidak punya moralitas dan etika baik Ptt Lase kepada sosial kontrol mitra kerja Kadis PUPR, namun disampaikan anaknya, bahwa Kadis tidak bisa ditemui karena sedang istirahat.

“Kata Bpk kalau urusan kantor di kantor saja hari Senin 17 Mei 2021,” ucap anaknya.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.